Kamis, 26 April 2018

Mengenal Lebih dalam Apa itu Rock Climbing dan Beberapa Teknik yang Biasa Dilakukan

Mengenal Lebih dalam Apa itu Rock Climbing dan Beberapa Teknik yang Biasa Dilakukan

Bagi Anda para penggemar kegiatan ekstrim, tentunya kegiatan yang satu ini telah Anda kenal dan pernah Anda lakukan, sebagai salah satu bagian dari kegiatan pemicu adrenalin dalam diri Anda. Kegiatan yang biasanya banyak dilakukan di medan gunung berbatu ataupun yang biasa disebut dengan tebing ini, memang tidak dapat dilakukan secara serta merta saja, namun keahlian dan persiapan secara khusus haruslah dilakukan oleh para pelakunya, agar nantinya tidak membahayakan keselamatan mereka. Kegiatan alam bebas, yang pada umumnya menjadi salah satu bagian terpenting dan tersulit dalam kegiatan pendakian gunung ini dilakukan dengan teknik-teknik khusus dari para pelakunya. Bagi Anda yang memang belum mengenai kegiatan rock climbing ataupun panjat tebing ini, berikut bahasan yang mungkin dapat memberikan Anda sedikit gambaran mengenai kegiatan tersebut.

Pada dasarnya kegiatan panjat tebing merupakan kegiatan yang lebih mengutamakan sistem kerjasama dari team pendaki, yang memang secara profesional telah memiliki keahlian pemanjatan didalamnya. Dalam kegiatan ini tidak hanya kekompakan team saja yang dibutuhkan, namun kelenturan tubuh serta jeli dalam melihat peluang untuk memanfaatkan setiap celah yang terdapat dalam bebatuan tebing pun menjadi salah satu hal utama yang harus dimiliki oleh setiap anggota team. Dalam kegiatan panjat tebing ini, biasanya para pendaki akan menggunakan beberapa sistem pemanjatan, yang akan disesuaikan dengan medan yang harus mereka lalui.

Berikut ini beberapa teknik yang biasanya banyak dilakukan dalam kegiatan rock climbing oleh para profesional, yang diantaranya adalah:

• Sistem himalayan
Merupakan sistem yang menggunakan sistem penghubungan mulai dari titik awal pemanjatan sampai dengan titik terminal akhir pemanjatan, dengan menggunakan tali transport. Tali penghubung ini memiliki fungsi untuk menghubungkan masing-masing anggota team pemanjatan baik yang berada diatas ataupun dibawahnya. Selain itu tali juga memiliki fungsi sebagai lintasan aman yang dapat dilalui oleh team pemanjatan.

• Sistem alpen
Berbeda dari sistem diatas, pada sistem ini antara titik start dan terminal terakhir tidak dihubungkan sama sekali dengan tali transport. Selain itu jalur yang harus dilalui oleh team pun akan berbeda dari team yang berada diatasnya. Pada sistem ini tingkat kehati-hatian yang dibutuhkan pun sangat tinggi, karena memang medan yang harus dilalui terkandung tidak dapat diduga demografinya. Berbagai persiapan memang harus sudah dibawa oleh para pemanjat sendiri, ketika harus melakukan teknik pemanjatan yang satu ini.

Sistem pemanjatan tersebut diatas, biasanya akan dilakukan oleh para pemanjat, ketika mereka telah terlatih dengan baik dan memiliki team pemanjatan profesional, yang dapat membantu dan mengarahkan berbagai langkah yang harus diambil. Pada umumnya sebelum melakukan kegiatan panjat tebing ini, para pelaku kegiatan akan diwajibkan untuk menguasai terlebih dahulu teknik-teknik dalam wall climbing yang memang lebih aman untuk dilakukan oleh para pemula.

Selain menguasai berbagai teknik dalam wall climbing, para calon peserta rock climbing juga harus memiliki berbagai perlengkapan keselamatan dan perlengkapan lainnya yang memang dibutuhkan dalam kegiatan ekstrim tersebut. Perlengkapan seperti tali penghubung, terminal penghubung, sepatu khusus pendakian, helm khusus serta perlengkapan lainnya kini dapat dengan mudah Anda temukan diberbagai situs belanja online yang ada di Indonesia. Yang perlu Anda perhatikan dalam pemilihan perlengkapan ini adalah kualitas dari perlengkapan tersebut, mengingat nantinya perlengkapan akan digunakan sebagai penjaga keselamatan dalam diri Anda. Pilih perlengkapan keselamatan dengan kualitas yang terbaik.

0 komentar:

Posting Komentar